PERBEDAAN ROASTING ATAU SANGRAI KOPI

Perbedaan roasting atau sangrai kopi.

PERBEDAAN ROASTING ATAU SANGRAI KOPI

Category : Artikel , Kopi

Terdapat beberapa cara “memanggang” kopi.  Secara tradisional, masyarakat menyangrai langsung biji kopi yang sudah kering di atas wajan. Ada juga yang disangrai bersama pasir, biar tidak gosong. Sementara, cara modern biasa dilakukan dengan menggunakan mesin roasting. Perbedaan roasting atau sangrai kopi.

Mengetahui macam-macam tingkatan roasting pada kopi sama pentingnya dengan mengetahui single origin apa yang akan dibeli untuk diseduh nantinya. Tingkatan roasting, cara seduh dan single origin termasuk 3 faktor penting yang akan menentukan seperti apa karakteristik kopi yang akan keluar ketika diseduh.

Beberapa level sangrai kopi

Berikut beberapa jenis level sangrai pada kopi.

Light Roast

Tingkat pemanggangan kopi yang pertama adalah light roast. 

Pada tingkatan ini, biji kopi mentah atau raw green bean yang siap dipanggang sudah mengalami proses pengeringan dari mentah menuju penguningan (yellowing), lalu pencoklatan (browning), hingga fase awal pecah pertama (first crack).

Karena hanya melalui beberapa fase tersebut, kopi hasil panggang tingkat light atau ringan ini cenderung memliki karakteristik lembut seperti teh. Nggak ada kilau minyak yang berlebih pada permukaan biji kopi ini lantaran nggak disangrai terlalu lama dan dalam temperatur cukup rendah.

Hasil panggang tingkat light biasanya hanya bisa diseduh dengan menggunakan alat manual brew seperti V60, karena kalau dengan cara ditubruk saja rasanya kurang oke,” terang beberapa pakar kopi.

Semakin lama biji kopi disangrai, maka akan semakin banyak juga minyak yang akan muncul di permukaan biji kopi. Karena biji kopi ‘light roasted’ cenderung disangrai dalam waktu yang tidak lama –dan kadang dalam temperatur rendah, minyak kopi pun belum sempat muncul ke permukaan biji kopinya.

Medium Roast

Tingkat pemanggangan kopi yang kedua adalah medium roast.

Kopi pada tingkatan ini sudah memasuki proses karamelisasi (caramelized) yang cenderung membentuk karakter dan aroma rasa manis. Pada tingkat ini, rasa medium roast lebih seimbang dalam hal tingkat keasaman.

Tekstur kopi pada tingkat ini lebih kental. Kadar kafeinnya juga lebih sedikit dari light roast. Secara visual, kopi pada tingkat ini terlihat lebih berwarna cokelat gelap.

Medium to Dark Roast

Naik satu tingkat di atasnya ada medium to dark.

Biji kopi pada tingkat inilah yang paling laris umum, Kopi ini lebih mudah diseduh dan sudah terasa enak hanya dengan ditubruk. Karakter aroma dan rasanya cenderung pahit manis yang nikmat.

Biji yang disangrai dalam level ini cenderung sudah memiliki tampilan kemilau minyak pada permukaan biji kopi. Ketika diseduh pun rasanya sudah lebih membentuk karakter pahit-manis yang nikmat.

Dark Roast

Yang terakhir adalah dark roast. 

Pada fase ini, kopi sudah banyak mengalami perubahan, mulai dari berat massa yang jadi lebih ringan dan warna yang lebih gelap. Fase ini juga ditandai dengan minyak yang mulai tampak pada permukaan biji. Ciri lainnya, adalah ukurannya yang jadi lebih besar dibanding saat mentah.

Umumnya roasting ini dilakukan jika kopi tersebut akan ditambahkan lagi dengan campuran susu, gula dan sebagainya menjadi entah cappuccino, latte, flat white dan sebagainya.

Jarang sekali kopi seduh manual, alias manual brew, yang menggunakan level sangrai ini. 

Kopi dark roast pada dasarnya hampir tidak lagi menyimpan karakter apapun selain rasa gosong dan pahit yang hangus.

Sekiranya pun ada karakter asli tersisa, itu pun sudah sangat sedikit sekali. Keunggulan kopi dark roasted ini, terletak pada aromanya yang wangi dan harum begitu diseduh dengan air panas. Perbedaan roasting atau sangrai kopi.

Sumber : https://majalah.ottencoffee.co.id

https://www.inibaru.id


Leave a Reply

EnglishIndonesianJapaneseKorean
%d bloggers like this: